Sejarah Liga Arab Saudi, Panggung Baru Christiano Ronaldo

Liga Arab Saudi

Organisasi regional Liga Arab Saudi, seperti namanya, adalah rumah bagi negara-negara dengan budaya Arab di Timur Tengah dan Afrika Utara. Liga Arab Saudi atau dalam bahasa Arab disebut Jamia ad Duwal al ʿArabiyya, resmi dibentuk pada tanggal 22 Maret 1945.

Dulu awalnya Liga Arab Saudi ini dibentuk oleh 6 negara yaitu Mesir, Irak, Yordania, Libanon, Arab Saudi dan Suriah.

Pada akhirnya Yaman ikut masuk bergabung sebagai anggota di tanggal 5 Mei 1945. Pada dekade-dekade berikutnya, jumlah anggota bertambah hingga kini menjadi 22 negara. Setiap negara memiliki satu suara di Dewan Liga saat merumuskan kebijakan bersama.

Negara Anggota Liga Arab Saudi

CR7 di Liga Arab Saudi

Sebagai organisasi yang tumbuh dari promosi pan-Arabisme, atau penyatuan negara-negara Arab, anggota Liga Arab tentu saja adalah negara-negara yang didominasi oleh negara-negara Arab. Sejauh ini, Liga Arab Saudi memiliki 22 anggota, antara lain:

  1. Aljazair: Maroko
  2. Bahrain: Oman
  3. Komoro: Palestina
  4. Djibouti: Qatar
  5. Mesir: Arab Saudi
  6. Irak: Somalia
  7. Yordania: Sudan
  8. Kuwait: Suriah
  9. Libanon: Uni Emirat Arab
  10. Libia: Yaman
  11. Mauritania: Tunisia

Pada 2011, Liga Arab Saudi sepakat menangguhkan keanggotaan Suriah jika pemerintah terus menggunakan kekerasan untuk meredam berbagai pemberontakan yang terjadi.

Dikutip The Guardian, pada 2013, Liga Arab menyerahkan kursi Suriah ke Koalisi Nasional Suriah. Kepala Sekretariat Liga Arab saat ini adalah Ahmed Aboul Gheit dari Mesir.

Yang Melatar Belakangi Dibentukanya Liga Arab

Karena memang satu kesatuan budaya Liga Arab Saudi dibentuk dengan tujuan mempekuat program politik, budaya, ekonomi, dan sosial para anggotanya.

Lebih penting lagi, organisasi regional ini diharapkan mampu menengahi perselisihan yang mungkin terjadi antar negara anggotanya, atau bahkan jika melibatkan pihak ketiga. Tentu semua pertandingan live streaming liga arab sudah disiarkan prediksi skornya lewat matok live.

Liga Arab Saudi merupakan organisasi untuk membuat semua anggotanya lebih berintegritas dalam ekonomi. Selain itu juga ini akan menyelesaikan konflik yang melibatkan negara anggota tanpa meminta bantuan asing.

Sayangnya, seiring berjalannya waktu, banyak kekuatan asing mulai terlibat dalam serangkaian masalah yang terjadi di antara anggota Liga Arab. Ini dipandang sebagai tantangan serius untuk mencapai tujuan kemerdekaan Liga Arab.

Pada 13 April 1950, Liga Arab Saudi meratifikasi perjanjian kerjasama pertahanan dan ekonomi. Melalui perjanjian ini, kegiatan militer dan pertahanan mulai terlihat. Kongres minyak pertama Liga Arab diadakan pada tahun 1959. Kemudian, pada tahun 1964, organisasi ini membentuk Organisasi Pendidikan, Kebudayaan dan Keilmuan Liga Arab (ALECSO).

Pada tahun itu, Liga Arab Saudi memberikan status pengamat ke Palestina meskipun ditentang oleh Yordania. Pada tahun 1976, Palestina akhirnya mendapat status anggota penuh. Perang Irak-Iran, perang saudara di Suriah, bahkan sengketa wilayah antara Palestina dan Israel menjadi sederet isu yang terus diperbincangkan.

Kedatangan Cristiano Ronaldo Menjadi Harapan Baru Untuk Liga Arab Saudi

Liga Arab Saudi

Kedatangan Cristiano Ronaldo di Al Nasser membangkitkan harapan besar di kalangan fans klub. Akan tetapi tidak dengan keinginan klub Al Nasser yang ingin menjuarai kompetisi liga itu. Fans ini sangat berharap dengan kedatangan Ronaldo, semakin banyak pemain kelas dunia yang bergabung dengan Al Nasser.

Masuknya Cristiano Ronaldo ke Al Nasser seakan membuka pintu bagi Klub Arab Saudi ini untuk memasukkan pemain bintang lainnya. Setidaknya begitulah harapan para suporter Al Nasser yang menyambut kedatangan Ronaldo. Gaji Ronaldo di Al Nasser luar biasa.

Ronaldo bahkan menjadi pemain termahal di dunia setelah menerima tawaran Al Nasser. Belum lagi klub yang mendapatkan penghasilan tambahan lewat jersey Ronaldo. Suporter berbondong-bondong membeli baju nomor 7 itu.

Kedatangan Cristian Ronaldo ini diharapkan bisa menjadi keunggulan tersendiri bagi club Al Nasser dan juga semua klub Arab Saudi lainnya. Sebab dengan mengajak teman bergabung di matok live, pasti langsung dapat bonus jutaan.

Fakta Menarik Seputar Klub Arab Saudi Al Nassr

Banyak dari kita yang tidak mengetahui kisah klub Al Nassr yang berhasil mengunci Cristiano Ronaldo dengan kontrak 2,5 tahun dengan nilai kontrak fantastis Rp 3,3 miliar per tahun.

Nah, berikut profil dan beberapa fakta menarik klub Arab Saudi Al Nassr yang merupakan klub terbaru Cristiano Ronaldo yang telah kami rangkum dari berbagai sumber:

  1. Didirikan oleh Dua Bersaudara

Al Nassr didirikan pada tahun 1955 oleh dua bersaudara Hussein dan Zeid Al-Ja’ba di rumah mereka di jalan Al Ataif, kota Riyadh, Arab Saudi. Al Nassr sendiri dalam bahasa Arab berarti kemenangan.

Nama ini digunakan terutama oleh klub-klub di Central Bay Peninsula. Awalnya Al Nassr adalah klub amatir. Klub tersebut kemudian mendapatkan promosi ke divisi teratas Liga Arab Saudi pada tahun 1963.

  1. Warna Kuning dan Biru Merupakan Ciri Khas

Busana Al Nassr didominasi dua warna, yakni kuning dan biru. Warna kuning keemasan menggambarkan lautan gurun di Jazirah Arab. Sedangkan warna biru menggambarkan indahnya warna air laut yang dapat diartikan sebagai keindahan permainan sepak bola yang mereka mainkan.

  1. Klub Tersukses di Liga Profesional Saudi

Al Nassr adalah klub paling sukses di Liga Pro Arab Saudi mereka telah memenangkan gelar liga sebanyak sembilan kali. Pria asal Najd itu juga enam kali merebut trofi Piala Raja dan tiga kali menjuarai Piala Fed dan Piala Putra Mahkota serta dua kali mengangkat Piala Super Arab Saudi.

Puncaknya pada tahun 1998 ketika mereka menjuarai kejuaraan sepak bola Asia sekaligus merebut trofi Piala Super Asia. Dalam trofi Piala Champions Asia, harapan terbesar Al Nassr adalah menjadi runner-up pada 1995.

  1. Dia Punya Saingan di Kota, Al Hillal

Kota Riyadh memiliki tiga klub besar yang berlaga di kompetisi Arabian Pro League. Selain Al Nassr, ada Al Shahab dan Al Hilal Klub Al Hilal adalah musuh bebuyutan Al Nassr. Keduanya bertemu dalam pertandingan liga seperti pertandingan El Clásico antara Real Madrid dan Barcelona.

  1. Stadion Msool Adalah stadion Al Nassr

Al Nassr memiliki stadion bernama Msool, yang merupakan stadion mereka. Stadion ini memiliki kapasitas 25 ribu tempat duduk untuk penonton. Stadion ini juga merupakan stadion pertama di kawasan Asia yang menjadi tuan rumah kejuaraan dunia klub pada tahun 2000.

Al Nassr yang mewakili benua Asia ikut serta dalam kompetisi kejuaraan ini meski harus menerima kekalahan melawan Real Madrid dan Corinthians.

  1. Pemain dan Pelatih Dunia di Al Nassr

Meski tidak terhitung sebagai klub terkenal dunia. Ada banyak pemain sepak bola yang pernah bermain untuk Al Nassr. Salah satunya adalah mantan kiper Arsenal David Ospina yang saat ini menjadi kiper utama.

Sebelumnya, kiper eksentrik Kolombia René Higuita yang terkenal dengan tendangan kalajengkingnya pernah bermain di Stadion Mrs Sool dari 2011 hingga 2016.

Ronaldo Liga Arab Saudi

Al Nassr saat ini berada di bawah asuhan Rudi Garcia, pelatih yang pernah memimpin AS Roma, Marseille, dan Lyon. Sebelumnya, klub Al Nassr telah memutuskan mantan kapten tim Italia, Fabio Cannavaro pada musim 2015-2016.

Sedangkan pemain terbaik yang bergabung dengan Al Nassr, seperti gelandang Brasil Luiz Gustavo yang pernah membela Bayern Munich. Pemain depan Portugal Anderson Talisca yang pernah membela Benfica juga bermain untuk Al Nassr dan menjadi top skorer Liga Arab Saudi musim ini.

Selain itu, Vincent Aboubakar, kapten timnas Kamerun saat berlaga di Piala Dunia Qatar 2022, juga masih bermain untuk Al Nassr.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *